<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ferza</title>
	<atom:link href="http://ferza.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ferza.net</link>
	<description>Ingatan, Politik, Aceh dan Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 May 2010 08:02:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Membaca Kekecewaan Politik Pada Fenomena Unjuk Rasa di Indonesia</title>
		<link>http://ferza.net/opini/membaca-kekecewaan-politik-pada-fenomena-unjuk-rasa-di-indonesia.html/</link>
		<comments>http://ferza.net/opini/membaca-kekecewaan-politik-pada-fenomena-unjuk-rasa-di-indonesia.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 16:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam ideologis]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisme]]></category>
		<category><![CDATA[unjuk rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.net/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Intensitas unjuk rasa di Indonesia seperti tidak ada habisnya, hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang aksi massa yang turun ke jalan. Tidak terbatas hanya di Jakarta sebagai pusat kekuasaan namun juga menyebar hampir di semua sudut daerah dalam ruang lingkup NKRI. Pada prinsipnya Demokrasi membiarkan aktifitas menyampaikan pendapat seperti ini sebab  merupakan hak kebebasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/04/tega.jpg"><img class="size-full wp-image-587 alignleft" title="tega" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/04/tega.jpg" alt="" width="371" height="251" /></a>Intensitas unjuk rasa di Indonesia seperti tidak ada habisnya, hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang aksi massa yang turun ke jalan. Tidak terbatas hanya di Jakarta sebagai pusat kekuasaan namun juga menyebar hampir di semua sudut daerah dalam ruang lingkup NKRI. Pada prinsipnya Demokrasi membiarkan aktifitas menyampaikan pendapat seperti ini sebab  merupakan hak kebebasan dalam perbedaan melihat persoalan, akan tetapi apabila interval waktunya begitu sering terjadi tentu menjadi sebuah tanda Tanya lain, dalam artian ada sesuatu yang tidak beres di sini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-586"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Secara logika massa hanya akan turun ke jalan apabila ada hal atau hak darinya yang tak tersampaikan, memang kondisi tersebut bila hanya satu dua kasus yang terjadi tentu tidak akan menjadi masalah berarti karena jelas tidak mungkin Negara mengakomodir semua keinginan perorangan dalam kebijakan pemerintahannya. Tapi yang kita saksikan sehari-hari justru fenomena massal yang berulang-ulang, tidak hanya melibatkan sekelompok orang akan tetapi melibatkan sejumlah massa dalam berbagai kelompok yang jumlahnya tidak bisa diremehkan begitu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Wacana kearah penggulingan kekuasaan melalui kekuatan rakyat (People Power) semakin kerap terdengar, meskipun berbeda pandangan namun dari semua elemen yang menyuarakan tuntutan jelas tergambar bahwa rasa ketidaksenangan mereka di picu oleh kekecawaan sama yang berlarut-larut. Bila selama ini analisa terhadap kasus tersebut selalu berkesimpulan bahwa pemicunya adalah masalah ekonomi dan kesejahteraan, sekarang agaknya mesti dipertimbangkan karena tidak semua demonstran menggunakan tuntutan tersebut akan tetapi justru terlihat lebih fokus pada kasus-kasus politik dan akuntabilitas Negara. <strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Solidaritas terhadap ketua KPK (Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto) yang terlibat perseteruan dengan Kepolisian beberapa waktu lalu sekiranya mampu menggambarkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum ternyata sudah sampai pada titik nadir, bahkan kasus ini menguap begitu saja karena tekanan massa. Kondisi tersebut kembali berulang dalam kasus Susno Duadji vs Mabes Polri (Makelar Kasus), lagi-lagi hampir  tidak ada dukungan berarti bagi pihak kepolisian, masyarakat terus mendorong tindakan kedalam bagi Institusi Polri seraya memberikan dukungan penuh bagi pihak yang berseberangan dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Krisis kepercayaan masyarakat secara mayoritas dengan lembaga-lembaga Negara terus terjadi dalam kasus-kasus lain baik menyangkut Pemerintahan, Lembaga Keuangan bahkan Kejaksaan. Semakin hari gerakan parlemen jalanan ini terus menemukan momennya untuk menyerang secara terbuka sesuatu yang dianggap sebagai pelanggaran bagi hak-hak rakyat oleh pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditengah ketidakpastian hukum dan keadilan seperti sekarang pemerintah selaku pihak otoritas pemegang amanat rakyat bukannya melakukan perbaikan namun justru terusan-terusan membela diri atau kalau boleh dikatakan tidak bereaksi.  Presiden selaku orang nomor satu di negeri ini terlihat lebih senang bersumpah dengan nama tuhan di forum pertemuan daripada menempuh jalur-jalur legal sebagai upaya penyelesaian hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada langkah konkrit dari pemerintah ini lah kemudian yang menjadikan masyarakat lebih senang bergabung dengan organisasi yang menawarkan mimpi perubahan daripada harus menunggu <em>Political Will</em> penguasa. Kesempatan ini tentu menjadi hawa segar bagi sejumlah kalangan untuk mengolah krisis demi krisis menjadi berbagai kepentingan, walaupun kebanyakan rencana yang di bangun masih sangat kabur akan tetapi dukungan terlihat jelas dari ramainya massa yang terbentuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan rakyat di Indonesia sebenarnya bukanlah hal yang baru, kekuatan massa seperti dalam beberapa kasus pernah terjadi di sini meskipun tidak menghasilkan perubahan mendasar, tapi upaya-upaya perlawanan ini selalu menemukan momentum dengan bergantinya rezim yang berkuasa, sebutlah dua kasus yang paling besar :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>(Orde Lama : 1945-1965) ketika kekecewaan memuncak terhadap kepemimpinan Soekarno, mahasiswa selaku pihak intelektual yang paling menonjol pada saat itu secara massal berhari-hari terus melakukan demonstrasi yang mengkritik dan menghujat rezim. Lama kelamaan aktifitas tersebut berhasil memunculkan dukungan dari ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) selaku pemilik kekuatan, dukungan dari militer ini banyak dilukiskan oleh aktor-aktor lapangan pada saat itu seperti yang dilukiskan Soe Hok Gie dalam catatan hariannya yang diterbitkan Yayasan Mandalawangi. Walaupun akhirnya memunculkan kekecewaan baru setelah naiknya Soeharto ke tampuk kekuasaan (Soeharto merupakan seorang Jendral) namun rezim ini mampu bertahan sampai kurang lebih 32 tahun.</li>
<li>(Orde Baru : 1966-1998) Demo kekuatan rakyat muncul lagi ketika tuntutan reformasi terhadap kepemimpinan Soeharto mencapai puncaknya pada Mei 1998, rezim tersebut berhasil dilengserkan setelah terjadi kerusuhan besar-besaran yang memakan korban jiwa tidak sedikit, mahasiswa dengan dukungan rakyat melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran berhari-hari untuk menuntut reformasi, militer pun pada saat itu tidak mampu lagi membendung arus perubahan tersebut .</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dibandingkan dengan beberapa kasus terdahulu, kini aspirasi masyarakat bawah terhadap perubahan Indonesia  terlihat mulai bergeser dari upaya-upaya perbaikan (Reformasi) menuju upaya perubahan mendasar (Revolusi). Pihak-pihak yang mengatasnamakan rakyat mulai berkonsentrasi pada perubahan dasar Negara ketimbang kepada pergantian rezim semata, bahkan kini mereka mengemuka dengan basis ideologi kuat yang harus dipertimbangkan. Seperti kemunculan kembali haluan-haluan Sosialis dengan basis massa utama buruh dan kaum miskin kota juga adanya simpati besar rakyat terhadap gerakan Islam Ideologis yang mengusung agenda utama Restorasi Negara Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya kearah perubahan sepertinya sangat dibutuhkan bagi bangsa ini sehingga wacana apapun yang dimunculkan kini selalu menempati posisi dalam masyarakat, ide-ide kepada “Ganti Rezim Ganti Sistem” merupakan keniscayaan karena dasar Negara Sekuler-Kapitalis sekarang telah terbukti gagal memimpin masyarakat, tidak hanya dalam studi kasus Indonesia namun juga dunia bahkan Negara kampiun pengusungnya saja (baca: Amerika) kini semakin oleng.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah saatnya Indonesia berubah secara mendasar karena semua lini memang telah rusak parah, akan tetapi kita tentu tidak ingin bila upaya gelar kekuatan rakyat kesekian kali nanti hanya melahirkan kekecewaan baru karena tidak matangnya konsep yang dipersiapkan untuk diaplikasikan oleh unsur yang memenangkan pertarungan. Akhir kata menurut saya demonstarasi sekarang tidak bisa lagi dimaknai sebagai sebuah media penyampaian perbedaan pendapat dalam ruang lingkup Demokrasi namun harus lebih jelas dimaknai sebagai sebuah kekecewaan politik karena rusaknya sistem yang berlaku.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.net/opini/membaca-kekecewaan-politik-pada-fenomena-unjuk-rasa-di-indonesia.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serba Serbi Aksi &#8220;Tolak Obama&#8221; Datang Ke Indonesia</title>
		<link>http://ferza.net/kegiatan/tolak-kafir-harbi-obama.html/</link>
		<comments>http://ferza.net/kegiatan/tolak-kafir-harbi-obama.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 16:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>
		<category><![CDATA[penjajah]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[tolak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.net/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Liputan Aksi Oleh Media Lokal _ Massa Hizbut Tahrir Demo Tolak Obama BANDA ACEH &#124; SERAMBI – Puluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banda Aceh, Minggu (14/3) kemarin, menggelar unjukrasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Pengunjuk rasa menolak rencana kunjungan Presiden Amerika Barack Obama ke Indonesia, pada 21 Maret mendatang. Sebelum tiba di Bundaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/her.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-582" title="her" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/her.jpg" alt="" width="507" height="381" /></a><span id="more-542"></span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ff0000;"><em><strong>Liputan Aksi Oleh Media Lokal</strong></em></span></p>
<p><embed src="http://blip.tv/play/AYHOlW4A" type="application/x-shockwave-flash" width="352" height="318" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed><br />
_</p>
<h2 style="text-align: justify;">Massa Hizbut Tahrir Demo Tolak Obama</h2>
<p><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/e62b96b6ac63cd773a526e329b96df4e71df20b0.jpg"><img class="size-full wp-image-575 alignleft" title="e62b96b6ac63cd773a526e329b96df4e71df20b0" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/e62b96b6ac63cd773a526e329b96df4e71df20b0.jpg" alt="" width="139" height="139" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">BANDA ACEH | SERAMBI – Puluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banda Aceh, Minggu (14/3) kemarin, menggelar unjukrasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Pengunjuk rasa menolak rencana kunjungan Presiden Amerika Barack Obama ke Indonesia, pada 21 Maret mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum tiba di Bundaran Simpang Lima, pengunjuk rasa melakukan longmarch dari Masjid Agung, Lampriek, sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam orasinya demonstran tampak menantang rencana lawatan Barack Obama, ke Indonesia dengan membawa sejumlah spanduk kecaman terhadap kedatangan Presiden AS itu. “Obama presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas menjajah negara muslim seperti Irak dan Afghanistan. Jadi, kedatangan Obama untuk mengokohkan Indonesia menjadi negara kapitalis sekuler,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah HTI Banda Aceh, Thoriq Abu Askar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Disebutkan, kedatangan Obama juga untuk menguasai ekonomi Indonesia lewat perusahaan milik Amerika yang ada di seluruh Indonesia. Bahkan tidak dipungkiri lanjut Thoriq, kedatangan Presiden Amerika itu juga dinilai sebagai bentuk memecah belah negara Islam. “Obama memang tamu. Tapi tamu itu ada dua macam, tamu yang baik dan tamu yang bermasalah. Obama adalah jenis tamu yang kedua, karena hingga sekarang terus menghancurkan negeri-negeri muslim. Hingga kini Obama tidak mengubah kebijakan menginvasi Irak dan Afghanistan seperti yang dilakukan Bush,” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sementara Koordinator Lapangan HTI Banda Aceh, Ferza, mengatakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 jelas disebutkan penentangan terhadap segala bentuk penjajahan. Oleh sebab itu lanjutnya, penjajahan itu harus dihentikan karena tidak sesuai prikemanusiaan dan prikeadilan. “Bila konsisten dengan prinsip ini seharusnya Indonesia juga harus menentang penjajahan yang dilakukan oleh Amerika terhadap Irak dan Afghanistan,” sebutnya. Aksi yang diisi dengan orasi secara bergantian oleh petinggi Hizbut Tahrir Indonesia Banda Aceh, berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Selama berjalanny aksi tersebut, massa mendapat pengawalan personel kepolisian dari Poltabes Banda Aceh.(mir)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber : http://serambinews.com/news/view/26264/massa-hizbut-tahrir-demo-tolak-obama</p>
<p style="text-align: justify;">_</p>
<p style="text-align: justify;">
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Hizbut Tahrir Aceh Tolak Obama</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Tigapuluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Aceh menggelar unjukrasa di Bundaran simpang lima Banda Aceh, Minggu (14/3). Mereka menolak kedatangan Presiden Amerika Barrack Obama ke Indonesia pada 21 Maret nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Obama adalah kepala negara penjajah yang telah menjajah Irak dan Afganistan. Ini bertentangan dengan kebijakan Indonesia yang antipenjajah. Kedatangan obama untuk mengokohkan Indonesia menjadi negara kapitalis sekuler,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah HTI Banda Aceh, Thoriq Abu Askar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menurut Thoriq, kedatangan obama juga untuk menguasai ekonomi Indonesia lewat perusahaan Amerika yang ada di Aceh, Riau hingga Papua. Dia juga mengatakan Obama datang untuk memecah belah negara-negara Islam untuk menutupi kesalahan Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Obama mendukung Zionis Israel yang telah merampas tanah Palestina dan Amerika terus saja membantai umat Islam,” sebutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Aksi yang dimulai sekitar pukul 9.00 Wib itu, diisi dengan orasi dari para petinggi Hizbut Tahrir Indonesia di Aceh. Sekitar pukul 11.00 Wib aksi ditutup dengan pembacaan sikap, yang dikawal puluhan anggota kepolisian dari Poltabes Banda Aceh. []</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber : http://www.acehkita.com/berita/hizbut-tahrir-aceh-tolak-obama/</p>
<p style="text-align: justify;">_</p>
<p style="text-align: justify;">
<h2 style="text-align: justify;"><strong>AS Disamakan Muhariban Fi’lan</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">BANDA ACEH | RAKYAT ACEH &#8211; Aksi demo damai penolakan kunjungan Obama di negeri ini dilakukan secara serentak oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bahkan tak ketinggalan DPD II HTI Banda Aceh yang menggelar aksi demo damai di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Minggu (14/3).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Memang, rencananya orang nomor satu di Amerika Serikat itu akan datang ke Indonesia pada 21 Maret pekan depan.Aksi HTI Banda Aceh diawali dengan long march dari Masjid Al-Makmur Lampriet Banda Aceh menuju Bundaran Simpang Lima. Dengan berbondong-bondong membawa anak, massa HTI menyuarakan hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Obama kepala negara AS, negara sang penjajah yang telah memerangi kaum muslim di Irak, Afghanistan, Palestina, Pakistan. Ini bertentangan dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajah, kami tolak kedatangan dia,” kata Ketua DPD II HTI Banda Aceh, Thoriq Abu Askar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Thoriq menuturkan, tujuan aksi yang mereka lakukan ini bertujuan untuk mengingtkan rakyat Indonesia dan Aceh khususnya bahwa Obama adalah seorang pemimpin dari sebuah negara yang jelas-jelas tengah menjajah negeri muslim, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Sistem inilah yang menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia” ungkapnya.Dia menyebutkan, tujuan kedatangan Obama ke Indonesia adalah untuk mengokohkan negara ini sebagai kapitalis sekuler, juga melakukan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan Alam Indonesia termasuk Aceh, Riau dan Papau.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Kedatangannya juga bahagian dari politik belah bambu di dunia Islam, menampilkan citra positif untuk menutupi kejahatan di negeri islam lainnya” pungkasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Memang dulu ketika AS menginvansi Irak dan Afganistan, kata dia, AS dipimpin oleh presiden Bush, tapi hingga kini Obama tidak mengubah kebijakan tersebut. Rencana untuk menarik pasukan AS dari Irak hingga sekarang belum diwujudkan. Ia bahkan memutuskan menambah 30 ribu pasukan tambahan ke Afganistan, yang telah menewaskan ribuan umat islam, termasuk anak-anak dan ibu-ibu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Hingga kini, janji menutup penjara Guantanamo belum juga terlaksana, dimana selama ini tempat tersebut berlangsung berbagai penghinaan terhadap Islam dan Alquran.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Obama juga mendukung Israel merampas tanah Palestina dan tidak mengecam terhadap tindakan tentara Israel yang telah membantai sekira 1.300 umat muslim di Gaza,” tutur dia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Thoriq mengungkapkan bahwa status negara Amerika adalah ‘Muhariban Fi’lan’ karena secara langsung memerangi umat Islam, karen itu, Islam mengharamkan kaum muslimin melakukan hubungan dalam bentuk apapun dengan AS, termasuk menyambut kedatangan presidennya, apalagi menjadikannya sebagai sahabat dan tamu kehormatan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesempatan Baik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski HTI jelas-jelas telah menolak kedatangan Obama, namun berbeda dengan NU yang mendukung kedatangan Presiden Amerika Serikat itu. “Orang Islam wajib menghormati tamu,” kata Ketua PBNU Masdar Farid Mas’udi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dia mengatakan kebijakan luar negeri Amerika Serikat ada sebagian yang dinilai bermasalah oleh umat Islam. Namun, hal itu tidak sepantasnya disikapi dengan cara menolak kedatangan Obama.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Justru ini kesempatan baik untuk bicarakan langsung dengan Presiden Obama,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Adanya seruan penolakan yang disampaikan oleh Ulama Hizbut Tahrir Indonesia, Masdar tidak mempermasalahkan hal itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Saya kira itu urusan mereka,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nahdlatul Ulama berpandangan lebih mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. “Meskipun kami menganggap ada masalah, tidak harus dengan cara menolak mentah dengan seperti itu. Kita kan manusia beradab,” ujar salah satu kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 itu. (slm/jpnn)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : http://www.rakyataceh.com/index.php?open=view&amp;newsid=15904&amp;tit=Berita%20Utama%20-%20%20AS%20Disamakan%20Muhariban%20Fi</p>
<p style="text-align: justify;">_</p>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;"><a> </a><span style="color: #ff0000;"><em><strong>Kegiatan Bagi-bagi Selebaran Undangan Pra Aksi</strong></em></span></div>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/fer.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-569" title="fer" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/fer.png" alt="" width="507" height="381" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;"><em>Spanduk Aksi</em></span><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/spandk-obama-2x1777.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-562" title="spandk obama 2x1777" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/spandk-obama-2x1777.jpg" alt="" width="524" height="248" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.net/kegiatan/tolak-kafir-harbi-obama.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi Kental Rasa Digital</title>
		<link>http://ferza.net/catatan/kopi-kental-rasa-digital.html/</link>
		<comments>http://ferza.net/catatan/kopi-kental-rasa-digital.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[kedai kopi]]></category>
		<category><![CDATA[koneksi]]></category>
		<category><![CDATA[santai sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[waroeng kupi]]></category>
		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.net/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Ada pemandangan menarik bila kita sesekali berkeliling Kota Banda Aceh, satu persatu Ruko (Rumah Toko) yang berjejer sepanjang jalan kini mulai di sulap menjadi “waroeng kupi” (Kedai Kopi), dengan konsep yang cukup beragam tentunya. Diawali dengan Open House satu dua hari plus tawaran minum-minum gratis yang biasanya cukup menggiurkan bagi para konsumen ala kutu loncat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/21.jpg"><img class="size-full wp-image-530 alignleft" title="2" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/21.jpg" alt="" width="330" height="194" /></a>Ada pemandangan menarik bila kita sesekali berkeliling Kota Banda Aceh, satu persatu Ruko (Rumah Toko) yang berjejer sepanjang jalan kini mulai di sulap menjadi “waroeng kupi” (Kedai Kopi), dengan konsep yang cukup beragam tentunya. Diawali dengan <em>Open House</em> satu dua hari plus tawaran minum-minum gratis yang biasanya cukup menggiurkan bagi para konsumen ala kutu loncat meskipun tak jarang juga yang tetap setia dengan tempat <em>kongkow</em> nya dulu dan nyaris bahkan tidak terpengaruh iming-iming menggiurkan tempat lain meskipun sudah <em>show abis</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-509"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tawaran minum-minum gratis bukan berarti juga sebagai  jaminan bagi keberlangsungan Waroeng tersebut di kemudian hari, tak jarang itu menjadi awal sekaligus akhir baginya <em>asbab</em> Kopi sebagai menu utama tidak boleh tidak mesti mempunyai cita rasa yang khas seperti pendahulu-pendahulu mereka yang sudah lebih awal Berjaya. Sebut saja beberapa seperti Jasa Ayah Ulee Kareeng (kini sudah punya beberapa cabang), Chek Yukee (sekarang Tepi Kali) atau Topik (kini sudah punya beberapa cabang), boleh dikatakan mereka-mereka yang saya sebut di atas belum terkalahkan sampai sekarang dalam hal cita rasa hasil ramuannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berangkat dari itulah kemudian sepertinya kopi tidak lagi di jadikan semata-mata sebagai  komoditas penarik pelanggan oleh Kedai-kedai baru tapi bisa jadi hanya pelengkap bagi produk yang lain yaitu fasilitas Wifi, terbukti dari penampakan pamplet-pamplet Waroeng yang sekarang jelas-jelas memasang logo wifi jauh lebih besar ketimbang Kopi sebagai label <em>trademark</em> yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pemantauan saya inovasi tambahan ini mampu menjadi daya tarik baru bagi pelanggan kopi terutama <em>parte muda</em> alasannya daripada dia harus nongkrong di Warung Internet (Warnet) dengan membayar tagihan pemakaian perjam, di sini dia justru dapat fasilitas online gratis. Tidak seperti Warnet yang memiliki lingkup terbatas, Warung Kopi justru lebih bebas dalam segi ekspresi tanpa sekat-sekat <em>room</em>. Atau mungkin juga strategi ini di kembangkan karena tidak semua orang punya kebiasaan minum kopi atau pecandu kopi, tidak jarang terlihat pelanggan yang duduk tidak memesan kopi akan tetapi minuman ringan lain khas Resto.</p>
<p style="text-align: justify;">Dampaknya jelas sistemik, karena mau tidak mau hal tersebut memaksa sejumlah waroeng-waroeng kopi yang lebih <em>gaek</em> dan kalah dari cita rasa kopi untuk ikut serta ambil bagian agar tidak kehilangan kesempatan. Lalu bayangkan bagaimana bila semua warung kopi di Banda Aceh menyediakan Wifi?</p>
<p style="text-align: justify;">Kedai-kedai konvensional memang masih banyak tersebar di pinggiran-pinggiran kota Banda Aceh, berbekal konsep sederhana ala kadarnya waroeng-waroeng ini biasa hanya di huni oleh orang-orang tua yang kebanyakan telah menjadi pelanggan lama kedai tersebut, hal itu bukan berarti mereka tidak memiliki kompetensi dalam cita rasa, namun boleh jadi sebagai upaya mempertahankan tradisi turun temurun atau karena alasan klasik seperti kurang modal.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/bila1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-526" title="bila" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/02/bila1.jpg" alt="" width="460" height="307" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Menjamurnya kedai kopi wifi di Banda Aceh sekarang dalam amatan saya memiliki korelasi positif bagi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di dunia, tanpa mengikuti pencanangan kota Cyber City pun Koetaradja (sebutan lain Banda Aceh) khususnya telah menjadi kota Virtual dengan sendirinya, rasakanlah bagaimana anda bisa terus mengakses informasi digital dari mulai memasuki gerbang kota sampai keluar menuju perbatasan wilayah Aceh Besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi awal waroeng kupi yang lazim di gunakan sebagai tempat bercengkrama, silaturahmi, melepas penat, nyari inspirasi, ngomong politik, sosial, budaya, bahkan sampai cari kerja kini menjadi bertambah sebagai pusat untuk mengakses informasi <em>unlimit</em> dunia maya. Keadaan ini menjadi perkembangan yang menggembirakan khususnya bagi pecandu kopi seperti saya karena tidak hanya buang duit untuk  <em>ngopi</em> tapi juga sekaligus mampu menghemat pengeluaran rutin untuk internet, ya seperti pepatah “sambil menyelam minum air” gitu.</p>
<p style="text-align: justify;">Budaya oral Waroeng Kupi di Aceh harus di akui bukanlah aktifitas sia-sia belaka, banyak saya membaca artikel dan mendengar pengalaman tentang bagaimana orang bisa menciptakan inovasi berawal dari ngobrol-ngobrol ringan di sini, hingga tidak jarang kemudian kita melihat aktifitas seperti dialog terbuka sosial bahkan launching produk dan bedah buku sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">Waroeng kupi di Aceh saya rasa bukanlah simbol kemalasan masyarakat seperti yang di opinikan selama ini, tapi dia justru menjadi ikon budaya yang bisa di tonjolkan sebagai salah satu daya tarik kultur masyarakatnya. Terlebih lagi dengan cita rasa yang memang khas dari setiap sajian kopinya, kini wifi hadir sebagai media yang lebih cepat menyajikan informasi untuk di diskusikan bersama sambil istirahat sejenak. Di sini secangkir kopi, para sahabat dan netbook bisa menjadi media produktif bila anda manfaatkan, tinggal sekarang pilihan di tangan anda, mau <em>ngopi aja</em> atau sekaligus koneksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tulisan ini telah dimuat Harian Aceh edisi Tgl 21/02/2010 hal. 4 kolom IPTEK.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.net/catatan/kopi-kental-rasa-digital.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekedar Renungan</title>
		<link>http://ferza.net/catatan/sekedar-renungan.html/</link>
		<comments>http://ferza.net/catatan/sekedar-renungan.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 07:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Irwandi-Nazar]]></category>
		<category><![CDATA[pasca tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.net/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini alunan lagu Donna-donna Joan Baez terdengar begitu merdu di telinga sementara di luar hujan semakin deras mengguyur kota Banda Aceh, ingatan saya kembali ke masa lalu di mana rekaman lagu masih di putar menggunakan piringan hitam. Logat khas spanyol dari lekukan lirik Donna-donna memudarkan sejenak penat kehidupan yang sejak seharian penuh mengikuti langkah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/01/renungan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-456" title="renungan" src="http://ferza.net/wp-content/uploads/2010/01/renungan-233x300.jpg" alt="" width="170" height="226" /></a>Malam ini alunan lagu Donna-donna Joan Baez terdengar begitu merdu di telinga sementara di luar hujan semakin deras mengguyur kota Banda Aceh, ingatan saya kembali ke masa lalu di mana rekaman lagu masih di putar menggunakan piringan hitam. Logat khas spanyol dari lekukan lirik Donna-donna memudarkan sejenak penat kehidupan yang sejak seharian penuh mengikuti langkah, jam menunjukkan pukul tiga pagi tapi mata belum juga mampu terpejam, dalam keheningan saya mencoba berkonsentrasi sejenak pada apa yang terjadi seharian tadi di luar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-454"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Banda aceh masih sama ketika pertama kali saya datang ke sini, meski tsunami telah meluluhlantakkan kota dan perjanjian damai telah di tanda tangani tapi kondisi masih tetap sama,  hanya saja kami tidak pernah lagi mendengar nyalakan senjata.  Kota kami hanya berubah dari sisi banyaknya toko dan menjamurnya  warung kopi, selebih itu tidak ada yang menggembirakan. Kemegahan museum tsunami tetap tidak mampu menutupi kondisi betapa morat-maritnya ekonomi rakyat di propinsi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang sudah tidak ada lagi mobil NGO (Non Govermant Organization) yang bersliweran dan pekerjanya yang mendadak <em>high class</em> tiba-tiba berubah kembali menjadi masyarakat biasa, dampak tsunami memang telah pulih tapi dampak perekonomian yang di timbulkan lembaga bantuan pasca rehabilitasi dan rekonstruksi belum pulih. Bertaburnya uang yang beredar di aceh ketika masa perbaikan pasca tsunami telah menimbulkan gelembung ekonomi, harga makanan menjadi mahal, harga sewa ruko menjulang naik dua kali lipat sementara uang sudah tidak ada lagi di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah propinsi selama 3 tahun masa kepemimpinan belum mampu meciptakan perubahan, tidak ada program yang mengakar pada rakyat kecil, yang ada hanyalah program <em>mercusuar</em> yang tidak menyentuh akar masalah. Stagnannya kekuasaan daerah memaksa berbagai pihak untuk turun ke jalan menuntut perbaikan, tapi sayang meski sampai harus bentrok dengan aparat dan membuat posko keprihatinan kegagalan pemerintahan Irwandi-Nazar  namun suara rakyat tetap hanya di anggap perbedaan pendapat yang wajar dalam berdemokrasi, tidak ada tindak lanjut!</p>
<p style="text-align: justify;">Bila sejumlah orang masih mengatakan bahwa masalah ini semua di timbulkan oleh ketidakmatangan penerapan demokrasi maka saya justru sudah tidak lagi percaya bahwa demokrasi dapat menyelesaikan masalah, bagi saya ia hanya mendatangkan <em>mudarat </em>berulang sehingga siapapun yang nantinya duduk di puncak kekuasaan bila masih menggunakan sistem yang sama pasti akan melakukan kesalahan yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya ingin mengatakan bahwa perubahan tidak akan terjadi bila kita tidak memulainya, sudah buang jauh-jauh pandangan tentang nasionalisme beserta relevansi penerapan demokrasi dan segera beralih kepada sistem alternatif (Syariat-Islam) karena kita tentu tidak ingin menjadi orang yang berkutat pada masalah yang sama berkali-kali. Maka mulai dari sekarang, segeralah bergabung dengan saudara-saudara anda yang sedang memperjuangkan haknya untuk hidup dalam naungan Islam, kita harus bahu membahu menegakkan kembali aturan <em>ilahi</em> bila ingin untuk bersama hidup di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah SWT telah berfirman :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? <strong>(QS Al Maidah ayat 50)</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Maka renungkanlah!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hujan di luar masih tetap deras namun lagu Joan Baez sudah sampai pada ulangan lirik yang terakhir, saya harus tidur sejenak agar punya kekuatan untuk menjalankan rutinitas esok, salam hangat selalu untuk sahabat di luar sana yang sudah mulai melawan dan percayalah bahwa kita pasti menang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Stop complaining, </em><em>said the farmer,<br />
Who told you a calf to be,<br />
Why don</em><em>t you have wings to fly with,<br />
like the swallow so proud and free.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.net/catatan/sekedar-renungan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halaman Baru Semangat Baru</title>
		<link>http://ferza.net/catatan/halaman-baru-semangat-baru.html/</link>
		<comments>http://ferza.net/catatan/halaman-baru-semangat-baru.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 10:02:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ferza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[halaman baru]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ferza.net/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian&#8221; - Pramoedya Ananta Toer - Seperti  kata pak Pram (red) alm di atas, begitupun saya merasa bahwa apa yang ada dalam pikiran selama ini harus di tulis agar abadi, untuk itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>- Pramoedya Ananta Toer -</em></strong><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti  kata pak Pram (red) alm di atas, begitupun saya merasa bahwa apa yang ada dalam pikiran selama ini harus di tulis agar abadi, untuk itulah saya membutuhkan sebuah media agar apa yang terpikirkan tadi  dapat di publikasikan secara luas, ya salah satunya  melalui dunia per-blogger-an.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-451"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya ngeblog di <a href="http://ferza.wordpress.com/">http://ferza.wordpress.com</a> akhirnya saya pindah ke <a href="../">http://ferza.net</a> dengan tampilan baru yang lebih simple, untuk saat ini memang belum ada tulisan baru sehingga saya memindahkan semua tulisan yang pernah ada di blog sebelumnya. Mudah-mudahan masih bermanfaat sebagai media sharing antar teman-teman yang sedang nge surf ing.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini saya hanya mencoba untuk menulis jadi bisa dianggap sedang dalam tahap belajar, sehingga mungkin terdapat kesalahan dari sisi ejaan dan susunan kata. Untuk itulah sebelumnya di alamat baru ini saya terlebih dulu mohon maaf apabila tulisan saya salah dari sisi peraturan kebahasaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan kita tentu terus berjalan dan peristiwa pun silih berganti di sekitar kita, maka akan lebih bijak bila kita tidak hanya pasif tanpa melakukan apapun, upaya memecahkan problematika dari sisi menulis saya rasa patut di berikan apresiasi walaupun hanya setingkat para blogger. Banyak dari apa yang kita baca dalam blog personal  ternyata tidak terdapat pada pemberitaan media-media besar, atau analisa bebas para blogger kadang-kadang malah tampak lebih berisi dan padat solusi daripada tulisan analis pada umumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyambut era baru digital ini saya rasa belum lengkap bila secara personal kita tidak hadir di dalamnya, arus informasi kini tidak hanya di monopoli oleh kantor-kantor pers saja tapi juga meniscayakan kehadiran bentuk lain pemberitaan seperti blog personal.  Dengan tampilan dan halaman baru maka semangat saya pun menjadi baru, untuk itulah saya mengajak teman-teman untuk tetap menulis dan menulis, agar apa yang kita lihat menjadi abadi.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ferza.net/catatan/halaman-baru-semangat-baru.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
