Ferza | Ingatan, Politik, Aceh dan Islam

Membaca Kekecewaan Politik Pada Fenomena Unjuk Rasa di Indonesia

Intensitas unjuk rasa di Indonesia seperti tidak ada habisnya, hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang aksi massa yang turun ke jalan. Tidak terbatas hanya di Jakarta sebagai pusat kekuasaan namun juga menyebar hampir di semua sudut daerah dalam ruang lingkup NKRI. Pada prinsipnya Demokrasi membiarkan aktifitas menyampaikan pendapat seperti ini sebab  merupakan hak kebebasan dalam perbedaan melihat persoalan, akan tetapi apabila interval waktunya begitu sering terjadi tentu menjadi sebuah tanda Tanya lain, dalam artian ada sesuatu yang tidak beres di sini.

Serba Serbi Aksi “Tolak Obama” Datang Ke Indonesia

Kopi Kental Rasa Digital

Ada pemandangan menarik bila kita sesekali berkeliling Kota Banda Aceh, satu persatu Ruko (Rumah Toko) yang berjejer sepanjang jalan kini mulai di sulap menjadi “waroeng kupi” (Kedai Kopi), dengan konsep yang cukup beragam tentunya. Diawali dengan Open House satu dua hari plus tawaran minum-minum gratis yang biasanya cukup menggiurkan bagi para konsumen ala kutu loncat meskipun tak jarang juga yang tetap setia dengan tempat kongkow nya dulu dan nyaris bahkan tidak terpengaruh iming-iming menggiurkan tempat lain meskipun sudah show abis.

Sekedar Renungan

Malam ini alunan lagu Donna-donna Joan Baez terdengar begitu merdu di telinga sementara di luar hujan semakin deras mengguyur kota Banda Aceh, ingatan saya kembali ke masa lalu di mana rekaman lagu masih di putar menggunakan piringan hitam. Logat khas spanyol dari lekukan lirik Donna-donna memudarkan sejenak penat kehidupan yang sejak seharian penuh mengikuti langkah, jam menunjukkan pukul tiga pagi tapi mata belum juga mampu terpejam, dalam keheningan saya mencoba berkonsentrasi sejenak pada apa yang terjadi seharian tadi di luar.

Halaman Baru Semangat Baru

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

- Pramoedya Ananta Toer -

Seperti  kata pak Pram (red) alm di atas, begitupun saya merasa bahwa apa yang ada dalam pikiran selama ini harus di tulis agar abadi, untuk itulah saya membutuhkan sebuah media agar apa yang terpikirkan tadi  dapat di publikasikan secara luas, ya salah satunya  melalui dunia per-blogger-an.